Senin, 23 Februari 2015

PENJUALAN, SENI DALAM PENJUALAN, KONSEP PELAYANAN PRIMA



AWARE GROUP
0853 9993 6660 
distributor kemasan botol plastik untuk ukm, jasa dokumentasi photo n shooting.
Tugas Kelompok

PRAKARYA
 (Pengertian penjualan,dan seni dalam penjualan , dan konseppelayan prima)


D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Sijia Afriani Zal Zadilah S.
Sutrina irayanti
Fitry pindy astuti
Lisnawati

XI Perkantoran II
Smk Darussalam Makassar
Tahun 2014/2015



PENGERTIAN PENJUALAN DAN SENI DALAM PENJUALAN

Definisi penjualan menurut beberapa ahli:
1.WAHANA KOMPUTER
Penjualan merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam perusahaan karena hasil dari penjualan merupakan sumber kelangsungan usaha

2.KEVIN J. CLANCY & ROBERT S. SHULMAN
Penjualan merupakan seb kategori dari pemasaran

3.RHONDA ABRAMS
Penjualan merupakan aktivitas yang berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memperoleh pesanan atau penjualan langsung

4.KHOLISH MAHYUDDIN
Penjualan merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada konsumen terbeli

A. Pengertian Seni Menjual
  • Menurut J.S. Konok, seni menjual adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang supaya mau membeli barang-barang yang kita tawarkan dengan cara saling menguntungkan, meski sebelumnya tak terpikirkan oleh calon pembeli untuk membelinya.
  • Menurut K.B. Haas dan E.C. Perry, seni menjual merupakan pelayanan timbal balik sehingga kedua belah pihak merasa puas dengan barang yang diterima.
B. Objek Ilmu Menjual

     Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
  1. Penjual, sebelum melakukan penjualan barang dan jasa harus mengetahui keadaan fisik dirinya.
  2. Barang / Jasa yang dijual, sifat dan guna serta spesifikasi dari barang dan jasa yang akan dijual sehingga penjual siap ketika dihujani pertanyaan calon pembeli mengenai barang / jasa yang dijual.
C. Makna dan Tujuan Ilmu Menjual

Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.

D. Manfaat Ilmu Menjual
  • untuk mengatasi tantangan yang kadang timbul di tengah kegiatan jual beli
  • memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang
  • membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat
  • meningkatkan omzet penjualan
E. Teknik Menjual

Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
1.      Attention ( Perhatian ), maksudnya penjual harus bisa berusaha membuat calon pembeli memerhatikan produk / jasa yang ditawarkan.
2.      Interest ( Minat ), maksudnya penjual harus bisa mengubah perhatian calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat.
3.      Desire ( Keinginan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang didapat calon pembeli dengan membeli produk yang ditawarkan.
4.      Action ( Tindakan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli bahwa dengan membeli produk / jasa yang ditawarkan merupakan keputusan yang tepat.
Satisfaction ( Kepuasan ), maksudnya adalah mengarahkan, membimbing, dan memberi petunjuk tentang kegunaan maupun efek samping dari produksi yang ditawarkan.
F.  Faedah dan fungsi ilmu menjual
Faedah dan fungsi ilmu menjual yakni membantu dalam melaksanakan kegiatan usaha.

G.      Profesi penjual
Penjual bukan sekedar sebagai tugas sampingan tetapi harus sebagai profesi yakni pekerjaan yang menghasilkan dan merupakan karir dalam hidup yang menantang.

H.   Keterampilan penjual (Menurut CharlesAtkinson)
a.       Memiliki kemampuan menjual yang memuaskan para pembeli atau pelanggan.
b.      Memiliki kebanggan memilih pekerjaan menjual.
c.       Memelihara kebutuhan pribadinya dan kemerdekaan dalam menjual.
d.      Tidak ketinggalan zaman karna selalu belajar dalam menjual.
e.       Memiliki standar  etika yang tinggi dalam menjual.
f.       Terampil dalam menjual.
g.      Benar bila berjanji dalam menjual.
h.      Mengetahui pengetahuan luas dalam menjual.
i.        Mengetahui pekerjaan menjual,artinya melayani.

I.      Politik penjualan
Politik penjualan, suatu cara atau siasat untuk mencapai keberhasilan dalan melakukan penjualan. Cara atau siasat yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan penjualan tidak dibenarkan dengan menggunakan cara atau siasat yang negatif dan manipulative, tetapi harus tetap diingat bahwa dalam transaksi jual beli harus menguntungkan kedua belah pihak. Agar terjadi keseimbangan hak dan kewajiban penjual dan pembeli perlu diperhatikan UU No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Jika penjual mengguntungkan cara atau siasat negatif dan manipulatif dalam melakukan penjualan, maka konsumen akan kecewa dan tidak kembali membeli yang akhirnya juga merugikan penjual.

J.     Hukum penjualan dan pembelian
a.       Hukum pembelian: tiap-tiap orang mau membeli suatu barang dengan uangnya karena ia berpendapat bahwa barang itu lebih berharga, menguntungkan, dan memuaskan daripada uang yang dikeluarkannya.
b.      Hukum penjulan: tiap orang mau menukarkan barangnya dengan uang karena ia menganggap bahwa uang itu sangat diharapkan dan akan menguntungkan serta memuaskan hatinya.

K.      pengetahuan yang harus dimilikipenjual
a.       Pengetahuan akan diri sendiri,
b.      Pengetahuan akan barang yang dijual, dan
c.       Pengetahuan akan pembeli atau pelanggan.

L.  Sifat-sifat kepribadian penjual
a.       Penuh inisiatif,
b.      Tidak putus asa,
c.       Mudah bergaul,
d.      Periang,
e.       Sopan santun,
f.       Penuh perhatian,
g.      Ketajaman daya ingatan,
h.      Selalu gembira,
i.        Lurus hati,
j.        Disiplin,
k.      Bijaksana.

M.  Mental seorang penjual
a.       Jujur,
b.      Berinisiatif,
c.       Mempunyai keahlian,
d.      Berani,
e.       Selalu waspada,
f.       Optimis,
g.      Mempunyai daya imajinasi,
h.      Percaya diri,
i.        Bertanggung jawab,
j.        Bijaksana,
k.      Simpatik,
l.        Kontrol.




N.  Karakter seorang penjual
a.       Patuh,
b.      Sungguh-sunggguh,
c.       Rajin,
d.      Tulus hati,
e.       Tepat waktu,
f.       Kesetiaan,
g.      Teliti,
h.      Hati-hati.
O.  Sosialisasi seorang penjual
a.       Tenang dan tabah,
b.      Sikap mau bekerja,
c.       Simpatik,
d.      Toleransi,
e.       Pandai bergaul,
f.       Lancar berbicara,
g.      Sopan santun,
h.      Bijaksana,
i.        Halus budi pekerti.


KONSEP PELAYANAN PRIMA
1. Pelayanan prima merupakan kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan secara baik atau minimal sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditentukan.
2. Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta berfokus kepada pelanggan/masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
3. Pelayanan prima bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan.
Ada tiga konsep dasar (A3) yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pelayanan prima, yakni:

a. Konsep sikap (attitude)
           Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
            Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya



b. Konsep perhatian (attention)
           Dalam melakukan kegiatan layanan, seorang petugas pada perusahaan industri jasa pelayanan harus senantiasa memperhatikan dan mencermati keinginan pelanggan. Apabila pelanggan sudah menunjukkan minat untuk membeli suatu barang/jasa yang kita tawarkan, segera saja layani pelanggan tersebut dan tawarkan bantuan, sehingga pelanggan merasa puas dan terpenuhi keinginannya.
             Hal-hal lain yang perlu diperhatikan menyangkut bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep perhatian adalah sebagai berikut:
1) Mengucapkan salam pembuka pembicaraan.
2) Menanyakan apa saja keinginan pelanggan.
3) Mendengarkan dan memahami keinginan pelanggan.
4) Melayani pelanggan dengan cepat, tepat dan ramah.
5) Menempatkan kepentingan pelanggan pada nomor urut 1.

c. Konsep tindakan (action)
           Pada konsep perhatian, pelanggan “menunjukkan minat” untuk membeli produk yang kita tawarkan. Pada konsep tindakan pelanggan sudah ”menjatuhkan pilihan” untuk membeli produk yang diinginkannya.

Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut:
1) Segera mencatat pesanan pelanggan.
2) Menegaskan kembali kebutuhan/pesanan pelanggan.
3) Menyelesaikan transaksi pembayaran pesanan pelanggan.
4) Mengucapkan terimakasih diiringi harapan pelanggan akan kembali lagi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar