AWARE GROUP
0853 9993 6660
distributor kemasan botol plastik untuk ukm, jasa dokumentasi photo n shooting.
Tugas Kelompok
PRAKARYA
(Pengertian
penjualan,dan seni dalam penjualan , dan konseppelayan prima)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Sijia Afriani Zal Zadilah S.
Sutrina irayanti
Fitry pindy astuti
Lisnawati
XI Perkantoran II
Smk
Darussalam Makassar
Tahun 2014/2015
PENGERTIAN PENJUALAN DAN SENI DALAM PENJUALAN
Definisi
penjualan menurut beberapa ahli:
1.WAHANA KOMPUTER
Penjualan
merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam perusahaan karena hasil
dari penjualan merupakan sumber kelangsungan usaha
2.KEVIN J. CLANCY & ROBERT S. SHULMAN
Penjualan
merupakan seb kategori dari pemasaran
3.RHONDA ABRAMS
Penjualan
merupakan aktivitas yang berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memperoleh
pesanan atau penjualan langsung
4.KHOLISH MAHYUDDIN
Penjualan
merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada
konsumen terbeli
A. Pengertian
Seni Menjual
- Menurut J.S. Konok, seni menjual adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang supaya mau membeli barang-barang yang kita tawarkan dengan cara saling menguntungkan, meski sebelumnya tak terpikirkan oleh calon pembeli untuk membelinya.
- Menurut K.B. Haas dan E.C. Perry, seni menjual merupakan pelayanan timbal balik sehingga kedua belah pihak merasa puas dengan barang yang diterima.
B. Objek
Ilmu Menjual
Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
- Penjual, sebelum melakukan penjualan barang dan jasa harus mengetahui keadaan fisik dirinya.
- Barang / Jasa yang dijual, sifat dan guna serta spesifikasi dari barang dan jasa yang akan dijual sehingga penjual siap ketika dihujani pertanyaan calon pembeli mengenai barang / jasa yang dijual.
C. Makna
dan Tujuan Ilmu Menjual
Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.
D. Manfaat Ilmu Menjual
Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.
D. Manfaat Ilmu Menjual
- untuk mengatasi tantangan yang kadang timbul di tengah kegiatan jual beli
- memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang
- membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat
- meningkatkan omzet penjualan
E. Teknik
Menjual
Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
1. Attention (
Perhatian ), maksudnya penjual harus bisa berusaha membuat calon
pembeli memerhatikan produk / jasa yang ditawarkan.
2. Interest (
Minat ), maksudnya penjual harus bisa mengubah perhatian calon pembeli menjadi
minat yang semakin kuat.
3. Desire (
Keinginan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli
dengan menjelaskan keuntungan yang didapat calon pembeli dengan membeli produk
yang ditawarkan.
4. Action (
Tindakan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli
bahwa dengan membeli produk / jasa yang ditawarkan merupakan keputusan yang
tepat.
Satisfaction ( Kepuasan ), maksudnya
adalah mengarahkan, membimbing, dan memberi petunjuk tentang kegunaan maupun
efek samping dari produksi yang ditawarkan.
F. Faedah dan fungsi ilmu menjual
Faedah dan
fungsi ilmu menjual yakni membantu dalam melaksanakan kegiatan usaha.
G. Profesi penjual
Penjual bukan sekedar sebagai tugas sampingan tetapi harus sebagai profesi
yakni pekerjaan yang menghasilkan dan merupakan karir dalam hidup yang
menantang.
H. Keterampilan penjual
(Menurut CharlesAtkinson)
a. Memiliki
kemampuan menjual yang memuaskan para pembeli atau pelanggan.
b. Memiliki kebanggan
memilih pekerjaan menjual.
c. Memelihara
kebutuhan pribadinya dan kemerdekaan dalam menjual.
d. Tidak ketinggalan
zaman karna selalu belajar dalam menjual.
e. Memiliki
standar etika yang tinggi dalam menjual.
f. Terampil dalam
menjual.
g. Benar bila berjanji
dalam menjual.
h. Mengetahui pengetahuan
luas dalam menjual.
i.
Mengetahui pekerjaan menjual,artinya melayani.
I. Politik
penjualan
Politik
penjualan, suatu cara atau siasat untuk mencapai keberhasilan dalan melakukan
penjualan. Cara atau siasat yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dalam
melakukan penjualan tidak dibenarkan dengan menggunakan cara atau siasat yang
negatif dan manipulative, tetapi harus tetap diingat bahwa dalam transaksi jual
beli harus menguntungkan kedua belah pihak. Agar terjadi keseimbangan hak dan
kewajiban penjual dan pembeli perlu diperhatikan UU No.8 Tahun 1999 tentang
perlindungan konsumen. Jika penjual mengguntungkan cara atau siasat negatif dan
manipulatif dalam melakukan penjualan, maka konsumen akan kecewa dan tidak
kembali membeli yang akhirnya juga merugikan penjual.
J. Hukum
penjualan dan pembelian
a. Hukum
pembelian: tiap-tiap orang mau membeli suatu barang dengan uangnya karena ia
berpendapat bahwa barang itu lebih berharga, menguntungkan, dan memuaskan
daripada uang yang dikeluarkannya.
b. Hukum penjulan: tiap
orang mau menukarkan barangnya dengan uang karena ia menganggap bahwa uang itu
sangat diharapkan dan akan menguntungkan serta memuaskan hatinya.
K. pengetahuan
yang harus dimilikipenjual
a. Pengetahuan
akan diri sendiri,
b. Pengetahuan akan
barang yang dijual, dan
c. Pengetahuan akan
pembeli atau pelanggan.
L. Sifat-sifat kepribadian
penjual
a. Penuh
inisiatif,
b. Tidak putus asa,
c. Mudah bergaul,
d. Periang,
e. Sopan santun,
f. Penuh
perhatian,
g. Ketajaman daya
ingatan,
h. Selalu gembira,
i.
Lurus hati,
j. Disiplin,
k. Bijaksana.
M. Mental seorang penjual
a. Jujur,
b. Berinisiatif,
c. Mempunyai keahlian,
d. Berani,
e. Selalu waspada,
f. Optimis,
g. Mempunyai daya
imajinasi,
h. Percaya diri,
i.
Bertanggung jawab,
j.
Bijaksana,
k. Simpatik,
l. Kontrol.
N. Karakter seorang penjual
a. Patuh,
b. Sungguh-sunggguh,
c. Rajin,
d. Tulus hati,
e. Tepat waktu,
f. Kesetiaan,
g. Teliti,
h. Hati-hati.
O. Sosialisasi seorang
penjual
a.
Tenang dan
tabah,
b.
Sikap mau
bekerja,
c.
Simpatik,
d.
Toleransi,
e.
Pandai
bergaul,
f.
Lancar
berbicara,
g.
Sopan
santun,
h.
Bijaksana,
i.
Halus budi
pekerti.
KONSEP PELAYANAN PRIMA
1. Pelayanan prima
merupakan kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik
sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan
ketentuan peraturan perundang-undangan secara baik atau minimal sesuai dengan
standar pelayanan yang telah ditentukan.
2. Tujuan
pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan
kebutuhan serta berfokus kepada pelanggan/masyarakat secara sangat baik atau
terbaik.
3. Pelayanan prima
bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada
masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar
pelayanan.
Ada tiga konsep dasar (A3)
yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pelayanan prima, yakni:
a. Konsep sikap (attitude)
Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya
a. Konsep sikap (attitude)
Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya
b. Konsep perhatian (attention)
Dalam melakukan kegiatan layanan, seorang petugas pada perusahaan industri jasa pelayanan harus senantiasa memperhatikan dan mencermati keinginan pelanggan. Apabila pelanggan sudah menunjukkan minat untuk membeli suatu barang/jasa yang kita tawarkan, segera saja layani pelanggan tersebut dan tawarkan bantuan, sehingga pelanggan merasa puas dan terpenuhi keinginannya.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan menyangkut bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep perhatian adalah sebagai berikut:
1) Mengucapkan salam pembuka pembicaraan.
2) Menanyakan apa saja keinginan pelanggan.
3) Mendengarkan dan memahami keinginan pelanggan.
4) Melayani pelanggan dengan cepat, tepat dan ramah.
5) Menempatkan kepentingan pelanggan pada nomor urut 1.
c. Konsep tindakan (action)
Pada konsep perhatian, pelanggan “menunjukkan minat” untuk membeli produk yang kita tawarkan. Pada konsep tindakan pelanggan sudah ”menjatuhkan pilihan” untuk membeli produk yang diinginkannya.
Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut:
1) Segera mencatat pesanan pelanggan.
2) Menegaskan kembali kebutuhan/pesanan pelanggan.
3) Menyelesaikan transaksi pembayaran pesanan pelanggan.
4) Mengucapkan terimakasih diiringi harapan pelanggan akan kembali lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar