Senin, 23 Februari 2015

IKLAN DAN JENIS-JENIS IKLAN

SALURAN DAN JARINGAN DISTRIBUSI

NEGOSIASI DAN STRATEGI NEGOSIASI

Negosiasi Dan Strategi Negosiasi

Negosiasi adalah sebuah proses dimana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa dan berupaya menyepakati nilai tukarnya. Negosiasi juga merupakan Proses komunikasi antara dua orang atau lebih guna mengembangkan solusi terbaik yang paling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.

Hasil terbaik dari negosiasi adalah “ WIN – WIN “ dan ini perlu dijadikan TUJUAN UTAMA NEGOSIASI, ambisi yang berlebih dari salah satu pihak menyebabkan kegagalan negosiasi sehingga hasil terburuklah yang didapat  / “ LOSE –LOSE “

STRATEGI NEGOSIASI

1.      TAWAR MENAWAR DISTRIBUTIF. Negosiasi yang berusaha membagi sumberdaya yang jumlahnya tetap; situasinya menang-kalah.

2.      KUE TETAP. Keyakinan bahwa ada sejumlah barang atau jasa untuk dibagi di antara para pihak.

3.      TAWAR MENAWAR INTEGRATIF. Negosiasi yang mencari satu penyelesaian atau lebih yang dapat menciptakan solusi menang-menang atau saling menguntungkan.

*      PROSES NEGOSIASI
                                                                  PERSIAPAN DAN PERENCANAAN
                                                                  PENENTUAN ATURAN DASAR
                                                                  KLARFIKASI DAN JUSTIFIKASI
                                                                  NEGOSIASI DAN PEMECAHAN MASALAH
                                                                  PENUTUPAN DAN IMPLEMENTASI







PERSIAPAN DAN PERENCANAAN
1.      Tetapkan Tujuan Negosiasi
2.      Prediksikan Hasil yang akan diperoleh dari hasil yang “paling Baik” sampai paling minimum dapat diterima.
3.      Prediksikan juga keinginan lawan, seberapa kekuatan tawar mereka, kepentingan yang terlihat maupun tersamar, penyelesaian yang mereka inginkan.
4.      Prediksikan Alternatif Terbaik Untuk Kesepakatan

PENENTUAN ATURAN DASAR
1.      Siapa yang akan melakukan perundingan
2.      Dimana perundingan akan dilakukan
3.      Kendala yang mungkin akan muncul
4.      Batasan dalam negosiasi yang ada   
5.      Prosedur yang ada jika menghadapi jalan buntu


KLARIFIKASI DAN JUSTIFIKASI
Setelah posisi awal dipertukarkan, kedua belah pihak memaparkan, menguatkan, mengklarifikasi, mempertahankan dan menjustifikasi tuntutan.

TAWAR MENAWAR DAN PEMECAHAN MASALAH
Hakikat proses negosiasi terletak pada tindakan memberi dan menerima dalam rangkan mencari kesepakatan.


PENUTUPAN DAN IMPLEMENTASI
1.      Memformalkan kesepakatan
2.      Menyusus Prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan pengawasan pelaksanaan.

NEGOSIASI PIHAK KETIGA

1. MEDIATOR
Pihak ketiga yang netral yang memfasilitasi negosiasi, solusi dengan menggunakan penalaran dan persuasi menyarankan alternatif-alternatif.

2. ARBITRATOR
Pihak ketiga yang bagi sebuah negosiasi dengan wewenang menentukan kesepakatan

3.KONSILIATOR
Pihak ketiga yang dipercaya untuk memberikan hubungan komunikasi informal antara perunding dengan lawannya.

4.KONSULTAN
Pihak ketiga yang terampil dan netral dan berupaya memfalitasi pemecahan masalah melalui komunikasi dan analisis.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Terhadap Suatu Produk
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :

1.      Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat
2.      Jumlah penduduk
3.      Selera penduduk
4.      Fluktuasi ekonomi
5.      Harga barang yang di tuju
6.      Harga barang subsitusi
7.      Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)

Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga, tentu saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam keadaan ceteris paribus.
Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :

1. Harga barang yang dituju
2. Biaya produksi dan ongkos
3. Tujuan produksi
4. Teknologi yang digunakan
5. Harga barang subsitusi
6. Lain hal (factor sosial/politik)

Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.

PERGESERAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Di dalam ini, terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, antara lain :

1. Perubahan tingkat pendapatan penduduk
    Perubahan pendapatan penduduk (masyarakat) dapat mengubah pola dan jumlah permintaan yang sekaligus mendorong perubahan pada penawaran oleh para produsen penjual. Bila pendapat penduduk bertambah dan harga baranng masih tetap, ada kemungkinan permintaan terhadap barang/jasa meningkat.
Kemudian, pertambahan permintaan itu juga akan mengakibatkan berubahnya penawaran, jika barang/jasa yang ditawarkan persediannya menjadi kurang, maka harga barang/jasa akan naik. Pada saat harga akan naik, permintaan kembali menurun dan begitu seterusnya.

2. Perubahan jumlah penduduk
    Pertambahan penduduk merupakan factor yang sangat dominan terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Bertambahnya penduduk akan menimbulkan bertambahnya kebutuhan berbagai macam barang/jasa, sehingga permintaan akan bertamba. Naiknya permintaan berpengaruh langsung terhadap penawaran barang/jasa. Banyaknya permintaan itu akan menaikkan harga barang/jasa yang ditawarkan, sehingga pada suatu saat permintaan akan menurun kembali, ketika permintaan turun produsen/penjual yang masih memiliki banyak barang/jasa akan menaikkan penjualan dengan menurunkan harga.


3. Selera penduduk
    Selera masyarakat sering kali berubah-ubah pada saat tertentu, mereka suka akan mode A dan pada waktu lain menyukai mode B. Begitu juga terhadap makanan, pada musim panas menyukai makanan X dan pada musim lainnya cenderung mengkonsumsi barang Y. Pergeseran permintaan dari satu barang ke barang lain akan berpengaruh juga terhadap pergeseran penawaran keadaan ini akan mengakibatkan naik dan turunnya permintaan, serta naik turunnya harga barng/jasa yang ditawarkan.

4. Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)
    Harapan massa, pengaruh hubungan sosial dan keadaan politik, pada saat stabil mengarah pada kemakmuran sehingga masyarakat mampu meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya mendorong pada peningkatan permintaan barang/jasa.

5. Harga subsitusi
Adanya barang pengganti (subsitusi) dari suatu barang/jasa dapat mengubah jumlah permintaan, kemudian berpengaruh pada harga dan penawaran. Munculnya barang pengganti yang lebih murah, kemungkinan besar akan mendorong sebagian besar konsumen untuk memilih barang subsitusi tersebut.

·         Pergeseran Permintaan

Pergeseran permintaan adalah perubahan jumlah barang/jasa yang dibeli lebih banyak/lebih sedikit yang terjadi sebagai akibat pengaruh berbagai factor lain selain harga.Kenaikan permintaan adalah maningkatnya jumlah barang/jasa yang dibeli sebagai akibat turunnya harga, sedangkan penurunan permintaan adalah penurunan pembelian akibat kenaikan harga.
·         Pergeseran Penawaran
Pergeseran penawaran adalah perubahan kuantitas barang/jasa yang ditawarkan / dijual, ber (+) / ber (-) , sebagai akibat pengaruh faktor-faktor lain selain harga.
Kenaikan penawaran adalah bertambahnya jumlah barang/jasa yang dijual sebagai akibat penurunan harga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.


2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.


3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.


4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.


5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.


2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.


4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

             5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain:
  1. Harga barang ; Jika harga makin tinggi maka permintaan makin rendah dan begitu sebaliknya jika harga barang rendah maka permintaan akan barang tersebut makin tinggi.
  2. Pendapatan masyarakat ; Makin tinggi pendapatan seseorang maka makin besar daya beli yang ia miliki, sehingga permintaan akan barang dan jasa pun meningkat, dan begitu sebaliknya jika orang berpenghasilan rendah maka pemintaan akan barang dan jasa pun akan menurun.
  3. Selera masyarakat ; Jika selera masyarakat meningkat maka permintaan pun meningkat pula, dan sebaliknya. Selera masyarakat sering disebut mode atau tren.
  4. Kualitas barang ; Makin tinggi kualitas suatu barang maka keinginan (permintaan) orang untuk dapat memiliki barang tersebut makin besar.
  5. Harga barang lain yang berkaitan ; Harga barang lain yang dimaksud ini adalah barang substitusi. Yaitu barang pengganti yang sama fungsinya dengan barang yang dibutuhkan.
  6. Waktu ; Pada waktu-waktu tertentu permintaan terhadap barang dan jasa bisa meningkat dari pada hari-hari bisa, seperti pada saat lebaran atau hari-hari besar/istimewa yang lain.
  7. Jumlah penduduk ; Makin besar jumlah penduduk maka makin besar pula permintaan terhadap barang dan jasa, dan sebaliknya.
  8. Kejadian yang akan datang ; Isu sering kali dikembangkan untuk mempengaruhi permintaan agar dapat meningkat, seperti adanya berita tentang kenaikan BBM, kenaikan sembako dll.











TUGAS KELOMPOK
Faktor Yang Mempengaruhi Suatu Produk
&
Negosiasi Dan Strategi Negosiasi

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Ziti Zelika Nurannisa Qhumairah
Grace Anna Olga Toliansa
                                A Ihwalia Whulan Dhani
                                 Apni Eka Putri Arianty


PENGERTIAN PROMOSI DAN TUJUAN DARI PROMOSI

pengertian pasar dan pemasaran

PENJUALAN, SENI DALAM PENJUALAN, KONSEP PELAYANAN PRIMA



AWARE GROUP
0853 9993 6660 
distributor kemasan botol plastik untuk ukm, jasa dokumentasi photo n shooting.
Tugas Kelompok

PRAKARYA
 (Pengertian penjualan,dan seni dalam penjualan , dan konseppelayan prima)


D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

Sijia Afriani Zal Zadilah S.
Sutrina irayanti
Fitry pindy astuti
Lisnawati

XI Perkantoran II
Smk Darussalam Makassar
Tahun 2014/2015



PENGERTIAN PENJUALAN DAN SENI DALAM PENJUALAN

Definisi penjualan menurut beberapa ahli:
1.WAHANA KOMPUTER
Penjualan merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam perusahaan karena hasil dari penjualan merupakan sumber kelangsungan usaha

2.KEVIN J. CLANCY & ROBERT S. SHULMAN
Penjualan merupakan seb kategori dari pemasaran

3.RHONDA ABRAMS
Penjualan merupakan aktivitas yang berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memperoleh pesanan atau penjualan langsung

4.KHOLISH MAHYUDDIN
Penjualan merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada konsumen terbeli

A. Pengertian Seni Menjual
  • Menurut J.S. Konok, seni menjual adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang supaya mau membeli barang-barang yang kita tawarkan dengan cara saling menguntungkan, meski sebelumnya tak terpikirkan oleh calon pembeli untuk membelinya.
  • Menurut K.B. Haas dan E.C. Perry, seni menjual merupakan pelayanan timbal balik sehingga kedua belah pihak merasa puas dengan barang yang diterima.
B. Objek Ilmu Menjual

     Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
  1. Penjual, sebelum melakukan penjualan barang dan jasa harus mengetahui keadaan fisik dirinya.
  2. Barang / Jasa yang dijual, sifat dan guna serta spesifikasi dari barang dan jasa yang akan dijual sehingga penjual siap ketika dihujani pertanyaan calon pembeli mengenai barang / jasa yang dijual.
C. Makna dan Tujuan Ilmu Menjual

Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.

D. Manfaat Ilmu Menjual
  • untuk mengatasi tantangan yang kadang timbul di tengah kegiatan jual beli
  • memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang
  • membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat
  • meningkatkan omzet penjualan
E. Teknik Menjual

Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
1.      Attention ( Perhatian ), maksudnya penjual harus bisa berusaha membuat calon pembeli memerhatikan produk / jasa yang ditawarkan.
2.      Interest ( Minat ), maksudnya penjual harus bisa mengubah perhatian calon pembeli menjadi minat yang semakin kuat.
3.      Desire ( Keinginan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang didapat calon pembeli dengan membeli produk yang ditawarkan.
4.      Action ( Tindakan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli bahwa dengan membeli produk / jasa yang ditawarkan merupakan keputusan yang tepat.
Satisfaction ( Kepuasan ), maksudnya adalah mengarahkan, membimbing, dan memberi petunjuk tentang kegunaan maupun efek samping dari produksi yang ditawarkan.
F.  Faedah dan fungsi ilmu menjual
Faedah dan fungsi ilmu menjual yakni membantu dalam melaksanakan kegiatan usaha.

G.      Profesi penjual
Penjual bukan sekedar sebagai tugas sampingan tetapi harus sebagai profesi yakni pekerjaan yang menghasilkan dan merupakan karir dalam hidup yang menantang.

H.   Keterampilan penjual (Menurut CharlesAtkinson)
a.       Memiliki kemampuan menjual yang memuaskan para pembeli atau pelanggan.
b.      Memiliki kebanggan memilih pekerjaan menjual.
c.       Memelihara kebutuhan pribadinya dan kemerdekaan dalam menjual.
d.      Tidak ketinggalan zaman karna selalu belajar dalam menjual.
e.       Memiliki standar  etika yang tinggi dalam menjual.
f.       Terampil dalam menjual.
g.      Benar bila berjanji dalam menjual.
h.      Mengetahui pengetahuan luas dalam menjual.
i.        Mengetahui pekerjaan menjual,artinya melayani.

I.      Politik penjualan
Politik penjualan, suatu cara atau siasat untuk mencapai keberhasilan dalan melakukan penjualan. Cara atau siasat yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan penjualan tidak dibenarkan dengan menggunakan cara atau siasat yang negatif dan manipulative, tetapi harus tetap diingat bahwa dalam transaksi jual beli harus menguntungkan kedua belah pihak. Agar terjadi keseimbangan hak dan kewajiban penjual dan pembeli perlu diperhatikan UU No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Jika penjual mengguntungkan cara atau siasat negatif dan manipulatif dalam melakukan penjualan, maka konsumen akan kecewa dan tidak kembali membeli yang akhirnya juga merugikan penjual.

J.     Hukum penjualan dan pembelian
a.       Hukum pembelian: tiap-tiap orang mau membeli suatu barang dengan uangnya karena ia berpendapat bahwa barang itu lebih berharga, menguntungkan, dan memuaskan daripada uang yang dikeluarkannya.
b.      Hukum penjulan: tiap orang mau menukarkan barangnya dengan uang karena ia menganggap bahwa uang itu sangat diharapkan dan akan menguntungkan serta memuaskan hatinya.

K.      pengetahuan yang harus dimilikipenjual
a.       Pengetahuan akan diri sendiri,
b.      Pengetahuan akan barang yang dijual, dan
c.       Pengetahuan akan pembeli atau pelanggan.

L.  Sifat-sifat kepribadian penjual
a.       Penuh inisiatif,
b.      Tidak putus asa,
c.       Mudah bergaul,
d.      Periang,
e.       Sopan santun,
f.       Penuh perhatian,
g.      Ketajaman daya ingatan,
h.      Selalu gembira,
i.        Lurus hati,
j.        Disiplin,
k.      Bijaksana.

M.  Mental seorang penjual
a.       Jujur,
b.      Berinisiatif,
c.       Mempunyai keahlian,
d.      Berani,
e.       Selalu waspada,
f.       Optimis,
g.      Mempunyai daya imajinasi,
h.      Percaya diri,
i.        Bertanggung jawab,
j.        Bijaksana,
k.      Simpatik,
l.        Kontrol.




N.  Karakter seorang penjual
a.       Patuh,
b.      Sungguh-sunggguh,
c.       Rajin,
d.      Tulus hati,
e.       Tepat waktu,
f.       Kesetiaan,
g.      Teliti,
h.      Hati-hati.
O.  Sosialisasi seorang penjual
a.       Tenang dan tabah,
b.      Sikap mau bekerja,
c.       Simpatik,
d.      Toleransi,
e.       Pandai bergaul,
f.       Lancar berbicara,
g.      Sopan santun,
h.      Bijaksana,
i.        Halus budi pekerti.


KONSEP PELAYANAN PRIMA
1. Pelayanan prima merupakan kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan secara baik atau minimal sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditentukan.
2. Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta berfokus kepada pelanggan/masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
3. Pelayanan prima bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan.
Ada tiga konsep dasar (A3) yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pelayanan prima, yakni:

a. Konsep sikap (attitude)
           Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
            Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya



b. Konsep perhatian (attention)
           Dalam melakukan kegiatan layanan, seorang petugas pada perusahaan industri jasa pelayanan harus senantiasa memperhatikan dan mencermati keinginan pelanggan. Apabila pelanggan sudah menunjukkan minat untuk membeli suatu barang/jasa yang kita tawarkan, segera saja layani pelanggan tersebut dan tawarkan bantuan, sehingga pelanggan merasa puas dan terpenuhi keinginannya.
             Hal-hal lain yang perlu diperhatikan menyangkut bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep perhatian adalah sebagai berikut:
1) Mengucapkan salam pembuka pembicaraan.
2) Menanyakan apa saja keinginan pelanggan.
3) Mendengarkan dan memahami keinginan pelanggan.
4) Melayani pelanggan dengan cepat, tepat dan ramah.
5) Menempatkan kepentingan pelanggan pada nomor urut 1.

c. Konsep tindakan (action)
           Pada konsep perhatian, pelanggan “menunjukkan minat” untuk membeli produk yang kita tawarkan. Pada konsep tindakan pelanggan sudah ”menjatuhkan pilihan” untuk membeli produk yang diinginkannya.

Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut:
1) Segera mencatat pesanan pelanggan.
2) Menegaskan kembali kebutuhan/pesanan pelanggan.
3) Menyelesaikan transaksi pembayaran pesanan pelanggan.
4) Mengucapkan terimakasih diiringi harapan pelanggan akan kembali lagi.