PRAKARYA DAN KEWIRASUAHAAN
Senin, 23 Februari 2015
NEGOSIASI DAN STRATEGI NEGOSIASI
Negosiasi Dan
Strategi Negosiasi
Negosiasi adalah
sebuah proses dimana dua pihak atau lebih melakukan pertukaran barang atau jasa
dan berupaya menyepakati nilai tukarnya. Negosiasi juga merupakan Proses
komunikasi antara dua orang atau lebih guna mengembangkan solusi terbaik yang
paling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.
Hasil terbaik dari
negosiasi adalah “ WIN – WIN “ dan ini perlu dijadikan TUJUAN UTAMA
NEGOSIASI, ambisi yang berlebih dari salah satu pihak menyebabkan kegagalan
negosiasi sehingga hasil terburuklah yang didapat / “
LOSE –LOSE “
STRATEGI
NEGOSIASI
1.
TAWAR MENAWAR DISTRIBUTIF. Negosiasi yang berusaha
membagi sumberdaya yang jumlahnya tetap; situasinya menang-kalah.
2.
KUE TETAP. Keyakinan bahwa ada sejumlah barang atau jasa
untuk dibagi di antara para pihak.
3.
TAWAR MENAWAR INTEGRATIF. Negosiasi yang mencari satu
penyelesaian atau lebih yang dapat menciptakan solusi menang-menang atau saling
menguntungkan.
PERSIAPAN DAN PERENCANAAN
PENENTUAN ATURAN DASAR
KLARFIKASI DAN JUSTIFIKASI
NEGOSIASI DAN PEMECAHAN MASALAH
PENUTUPAN DAN IMPLEMENTASI
PERSIAPAN DAN
PERENCANAAN
1.
Tetapkan Tujuan Negosiasi
2.
Prediksikan Hasil yang akan diperoleh dari hasil yang
“paling Baik” sampai paling minimum dapat diterima.
3.
Prediksikan juga keinginan lawan, seberapa kekuatan
tawar mereka, kepentingan yang terlihat maupun tersamar, penyelesaian yang
mereka inginkan.
4.
Prediksikan Alternatif Terbaik Untuk Kesepakatan
PENENTUAN
ATURAN DASAR
1.
Siapa yang akan melakukan perundingan
2.
Dimana perundingan akan dilakukan
3.
Kendala yang mungkin akan muncul
4. Batasan dalam
negosiasi yang ada
5.
Prosedur yang ada jika menghadapi jalan buntu
KLARIFIKASI
DAN JUSTIFIKASI
Setelah posisi awal
dipertukarkan, kedua belah pihak memaparkan, menguatkan, mengklarifikasi,
mempertahankan dan menjustifikasi tuntutan.
TAWAR MENAWAR
DAN PEMECAHAN MASALAH
Hakikat proses
negosiasi terletak pada tindakan memberi dan menerima dalam rangkan mencari
kesepakatan.
PENUTUPAN DAN
IMPLEMENTASI
1.
Memformalkan kesepakatan
2.
Menyusus Prosedur yang diperlukan untuk implementasi
dan pengawasan pelaksanaan.
NEGOSIASI
PIHAK KETIGA
1. MEDIATOR
Pihak ketiga yang netral yang memfasilitasi negosiasi,
solusi dengan menggunakan penalaran dan persuasi menyarankan
alternatif-alternatif.
2. ARBITRATOR
Pihak ketiga yang bagi sebuah negosiasi dengan
wewenang menentukan kesepakatan
3.KONSILIATOR
Pihak ketiga yang dipercaya untuk memberikan hubungan
komunikasi informal antara perunding dengan lawannya.
4.KONSULTAN
Pihak ketiga yang terampil dan netral dan berupaya
memfalitasi pemecahan masalah melalui komunikasi dan analisis.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Terhadap Suatu Produk
Faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa, antara lain :
1. Tingkat pendapatan
seseorang/masyarakat
2.
Jumlah penduduk
3.
Selera penduduk
4.
Fluktuasi ekonomi
5.
Harga barang yang di tuju
6.
Harga barang subsitusi
7. Faktor lain
(harapan, hubungan sosial, dan politik)
Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga, tentu
saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak
ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam keadaan ceteris paribus.
Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :
1. Harga barang yang dituju
Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang dan jasa, antara lain :
1. Harga barang yang dituju
2. Biaya produksi dan ongkos
3. Tujuan produksi
4. Teknologi yang digunakan
5. Harga barang subsitusi
6. Lain hal (factor sosial/politik)
Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.
PERGESERAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Di dalam ini, terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, antara lain :
1. Perubahan tingkat pendapatan penduduk
Perubahan pendapatan penduduk (masyarakat) dapat mengubah pola dan jumlah permintaan yang sekaligus mendorong perubahan pada penawaran oleh para produsen penjual. Bila pendapat penduduk bertambah dan harga baranng masih tetap, ada kemungkinan permintaan terhadap barang/jasa meningkat.
3. Tujuan produksi
4. Teknologi yang digunakan
5. Harga barang subsitusi
6. Lain hal (factor sosial/politik)
Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut sebagai hukum penawaran.
PERGESERAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Di dalam ini, terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran, antara lain :
1. Perubahan tingkat pendapatan penduduk
Perubahan pendapatan penduduk (masyarakat) dapat mengubah pola dan jumlah permintaan yang sekaligus mendorong perubahan pada penawaran oleh para produsen penjual. Bila pendapat penduduk bertambah dan harga baranng masih tetap, ada kemungkinan permintaan terhadap barang/jasa meningkat.
Kemudian, pertambahan permintaan itu juga akan mengakibatkan berubahnya
penawaran, jika barang/jasa yang ditawarkan persediannya menjadi kurang, maka
harga barang/jasa akan naik. Pada saat harga akan naik, permintaan kembali
menurun dan begitu seterusnya.
2. Perubahan jumlah penduduk
Pertambahan penduduk merupakan factor yang sangat dominan terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Bertambahnya penduduk akan menimbulkan bertambahnya kebutuhan berbagai macam barang/jasa, sehingga permintaan akan bertamba. Naiknya permintaan berpengaruh langsung terhadap penawaran barang/jasa. Banyaknya permintaan itu akan menaikkan harga barang/jasa yang ditawarkan, sehingga pada suatu saat permintaan akan menurun kembali, ketika permintaan turun produsen/penjual yang masih memiliki banyak barang/jasa akan menaikkan penjualan dengan menurunkan harga.
2. Perubahan jumlah penduduk
Pertambahan penduduk merupakan factor yang sangat dominan terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Bertambahnya penduduk akan menimbulkan bertambahnya kebutuhan berbagai macam barang/jasa, sehingga permintaan akan bertamba. Naiknya permintaan berpengaruh langsung terhadap penawaran barang/jasa. Banyaknya permintaan itu akan menaikkan harga barang/jasa yang ditawarkan, sehingga pada suatu saat permintaan akan menurun kembali, ketika permintaan turun produsen/penjual yang masih memiliki banyak barang/jasa akan menaikkan penjualan dengan menurunkan harga.
3. Selera penduduk
Selera masyarakat sering kali berubah-ubah pada saat tertentu, mereka suka akan mode A dan pada waktu lain menyukai mode B. Begitu juga terhadap makanan, pada musim panas menyukai makanan X dan pada musim lainnya cenderung mengkonsumsi barang Y. Pergeseran permintaan dari satu barang ke barang lain akan berpengaruh juga terhadap pergeseran penawaran keadaan ini akan mengakibatkan naik dan turunnya permintaan, serta naik turunnya harga barng/jasa yang ditawarkan.
4. Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)
Harapan massa, pengaruh hubungan sosial dan keadaan politik, pada saat stabil mengarah pada kemakmuran sehingga masyarakat mampu meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya mendorong pada peningkatan permintaan barang/jasa.
5. Harga subsitusi
Adanya barang pengganti (subsitusi) dari suatu barang/jasa dapat mengubah jumlah permintaan, kemudian berpengaruh pada harga dan penawaran. Munculnya barang pengganti yang lebih murah, kemungkinan besar akan mendorong sebagian besar konsumen untuk memilih barang subsitusi tersebut.
Selera masyarakat sering kali berubah-ubah pada saat tertentu, mereka suka akan mode A dan pada waktu lain menyukai mode B. Begitu juga terhadap makanan, pada musim panas menyukai makanan X dan pada musim lainnya cenderung mengkonsumsi barang Y. Pergeseran permintaan dari satu barang ke barang lain akan berpengaruh juga terhadap pergeseran penawaran keadaan ini akan mengakibatkan naik dan turunnya permintaan, serta naik turunnya harga barng/jasa yang ditawarkan.
4. Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)
Harapan massa, pengaruh hubungan sosial dan keadaan politik, pada saat stabil mengarah pada kemakmuran sehingga masyarakat mampu meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya mendorong pada peningkatan permintaan barang/jasa.
5. Harga subsitusi
Adanya barang pengganti (subsitusi) dari suatu barang/jasa dapat mengubah jumlah permintaan, kemudian berpengaruh pada harga dan penawaran. Munculnya barang pengganti yang lebih murah, kemungkinan besar akan mendorong sebagian besar konsumen untuk memilih barang subsitusi tersebut.
·
Pergeseran Permintaan
Pergeseran permintaan adalah perubahan jumlah barang/jasa yang dibeli lebih banyak/lebih sedikit yang terjadi sebagai akibat pengaruh berbagai factor lain selain harga.Kenaikan permintaan adalah maningkatnya jumlah barang/jasa yang dibeli sebagai akibat turunnya harga, sedangkan penurunan permintaan adalah penurunan pembelian akibat kenaikan harga.
Pergeseran permintaan adalah perubahan jumlah barang/jasa yang dibeli lebih banyak/lebih sedikit yang terjadi sebagai akibat pengaruh berbagai factor lain selain harga.Kenaikan permintaan adalah maningkatnya jumlah barang/jasa yang dibeli sebagai akibat turunnya harga, sedangkan penurunan permintaan adalah penurunan pembelian akibat kenaikan harga.
·
Pergeseran Penawaran
Pergeseran penawaran adalah perubahan kuantitas barang/jasa yang ditawarkan / dijual, ber (+) / ber (-) , sebagai akibat pengaruh faktor-faktor lain selain harga.
Kenaikan penawaran adalah bertambahnya jumlah barang/jasa yang dijual sebagai akibat penurunan harga.
Pergeseran penawaran adalah perubahan kuantitas barang/jasa yang ditawarkan / dijual, ber (+) / ber (-) , sebagai akibat pengaruh faktor-faktor lain selain harga.
Kenaikan penawaran adalah bertambahnya jumlah barang/jasa yang dijual sebagai akibat penurunan harga.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
1. Perilaku konsumen /
selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga
barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan
konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4. Perkiraan harga di masa
depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas
kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
1. Biaya produksi dan
teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit
oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga
harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai
pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan
yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga
barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan antara lain:
- Harga barang ; Jika
harga makin tinggi maka permintaan makin rendah dan begitu sebaliknya jika
harga barang rendah maka permintaan akan barang tersebut makin tinggi.
- Pendapatan masyarakat ; Makin tinggi pendapatan seseorang maka makin besar daya beli yang
ia miliki, sehingga permintaan akan barang dan jasa pun meningkat, dan
begitu sebaliknya jika orang berpenghasilan rendah maka pemintaan akan
barang dan jasa pun akan menurun.
- Selera masyarakat ; Jika selera masyarakat meningkat maka permintaan pun meningkat pula,
dan sebaliknya. Selera masyarakat sering disebut mode atau tren.
- Kualitas barang ; Makin tinggi kualitas suatu barang maka keinginan (permintaan) orang
untuk dapat memiliki barang tersebut makin besar.
- Harga barang lain yang berkaitan ; Harga barang lain yang dimaksud ini adalah barang substitusi. Yaitu
barang pengganti yang sama fungsinya dengan barang yang dibutuhkan.
- Waktu ; Pada
waktu-waktu tertentu permintaan terhadap barang dan jasa bisa meningkat
dari pada hari-hari bisa, seperti pada saat lebaran atau hari-hari
besar/istimewa yang lain.
- Jumlah penduduk ; Makin
besar jumlah penduduk maka makin besar pula permintaan terhadap barang dan
jasa, dan sebaliknya.
- Kejadian yang akan datang ; Isu sering kali dikembangkan untuk mempengaruhi permintaan agar
dapat meningkat, seperti adanya berita tentang kenaikan BBM, kenaikan
sembako dll.
TUGAS KELOMPOK
Faktor Yang Mempengaruhi Suatu Produk
&
Negosiasi Dan Strategi Negosiasi
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Ziti Zelika Nurannisa Qhumairah
Grace Anna Olga Toliansa
A Ihwalia
Whulan Dhani
Apni Eka Putri
Arianty
PENJUALAN, SENI DALAM PENJUALAN, KONSEP PELAYANAN PRIMA
AWARE GROUP
0853 9993 6660
distributor kemasan botol plastik untuk ukm, jasa dokumentasi photo n shooting.
Tugas Kelompok
PRAKARYA
(Pengertian
penjualan,dan seni dalam penjualan , dan konseppelayan prima)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Sijia Afriani Zal Zadilah S.
Sutrina irayanti
Fitry pindy astuti
Lisnawati
XI Perkantoran II
Smk
Darussalam Makassar
Tahun 2014/2015
PENGERTIAN PENJUALAN DAN SENI DALAM PENJUALAN
Definisi
penjualan menurut beberapa ahli:
1.WAHANA KOMPUTER
Penjualan
merupakan bagian yang memegang peranan penting dalam perusahaan karena hasil
dari penjualan merupakan sumber kelangsungan usaha
2.KEVIN J. CLANCY & ROBERT S. SHULMAN
Penjualan
merupakan seb kategori dari pemasaran
3.RHONDA ABRAMS
Penjualan
merupakan aktivitas yang berinteraksi langsung dengan konsumen untuk memperoleh
pesanan atau penjualan langsung
4.KHOLISH MAHYUDDIN
Penjualan
merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada
konsumen terbeli
A. Pengertian
Seni Menjual
- Menurut J.S. Konok, seni menjual adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang supaya mau membeli barang-barang yang kita tawarkan dengan cara saling menguntungkan, meski sebelumnya tak terpikirkan oleh calon pembeli untuk membelinya.
- Menurut K.B. Haas dan E.C. Perry, seni menjual merupakan pelayanan timbal balik sehingga kedua belah pihak merasa puas dengan barang yang diterima.
B. Objek
Ilmu Menjual
Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
Terdapat 2 objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual, yaitu :
- Penjual, sebelum melakukan penjualan barang dan jasa harus mengetahui keadaan fisik dirinya.
- Barang / Jasa yang dijual, sifat dan guna serta spesifikasi dari barang dan jasa yang akan dijual sehingga penjual siap ketika dihujani pertanyaan calon pembeli mengenai barang / jasa yang dijual.
C. Makna
dan Tujuan Ilmu Menjual
Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.
D. Manfaat Ilmu Menjual
Melaksanakan kemampuan dalam seni menjual, yaitu menjual kepandaian jasa maupun barang-barang kepada calon pembeli.
D. Manfaat Ilmu Menjual
- untuk mengatasi tantangan yang kadang timbul di tengah kegiatan jual beli
- memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang
- membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang semakin ketat
- meningkatkan omzet penjualan
E. Teknik
Menjual
Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
Ada bermacam-macam teknik menjual salah satunya teori AIDAS, teori ini merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction. Sekarang akan saya bahas satu per satu dari teknik menjual tersebut.
1. Attention (
Perhatian ), maksudnya penjual harus bisa berusaha membuat calon
pembeli memerhatikan produk / jasa yang ditawarkan.
2. Interest (
Minat ), maksudnya penjual harus bisa mengubah perhatian calon pembeli menjadi
minat yang semakin kuat.
3. Desire (
Keinginan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli
dengan menjelaskan keuntungan yang didapat calon pembeli dengan membeli produk
yang ditawarkan.
4. Action (
Tindakan ), maksudnya penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli
bahwa dengan membeli produk / jasa yang ditawarkan merupakan keputusan yang
tepat.
Satisfaction ( Kepuasan ), maksudnya
adalah mengarahkan, membimbing, dan memberi petunjuk tentang kegunaan maupun
efek samping dari produksi yang ditawarkan.
F. Faedah dan fungsi ilmu menjual
Faedah dan
fungsi ilmu menjual yakni membantu dalam melaksanakan kegiatan usaha.
G. Profesi penjual
Penjual bukan sekedar sebagai tugas sampingan tetapi harus sebagai profesi
yakni pekerjaan yang menghasilkan dan merupakan karir dalam hidup yang
menantang.
H. Keterampilan penjual
(Menurut CharlesAtkinson)
a. Memiliki
kemampuan menjual yang memuaskan para pembeli atau pelanggan.
b. Memiliki kebanggan
memilih pekerjaan menjual.
c. Memelihara
kebutuhan pribadinya dan kemerdekaan dalam menjual.
d. Tidak ketinggalan
zaman karna selalu belajar dalam menjual.
e. Memiliki
standar etika yang tinggi dalam menjual.
f. Terampil dalam
menjual.
g. Benar bila berjanji
dalam menjual.
h. Mengetahui pengetahuan
luas dalam menjual.
i.
Mengetahui pekerjaan menjual,artinya melayani.
I. Politik
penjualan
Politik
penjualan, suatu cara atau siasat untuk mencapai keberhasilan dalan melakukan
penjualan. Cara atau siasat yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dalam
melakukan penjualan tidak dibenarkan dengan menggunakan cara atau siasat yang
negatif dan manipulative, tetapi harus tetap diingat bahwa dalam transaksi jual
beli harus menguntungkan kedua belah pihak. Agar terjadi keseimbangan hak dan
kewajiban penjual dan pembeli perlu diperhatikan UU No.8 Tahun 1999 tentang
perlindungan konsumen. Jika penjual mengguntungkan cara atau siasat negatif dan
manipulatif dalam melakukan penjualan, maka konsumen akan kecewa dan tidak
kembali membeli yang akhirnya juga merugikan penjual.
J. Hukum
penjualan dan pembelian
a. Hukum
pembelian: tiap-tiap orang mau membeli suatu barang dengan uangnya karena ia
berpendapat bahwa barang itu lebih berharga, menguntungkan, dan memuaskan
daripada uang yang dikeluarkannya.
b. Hukum penjulan: tiap
orang mau menukarkan barangnya dengan uang karena ia menganggap bahwa uang itu
sangat diharapkan dan akan menguntungkan serta memuaskan hatinya.
K. pengetahuan
yang harus dimilikipenjual
a. Pengetahuan
akan diri sendiri,
b. Pengetahuan akan
barang yang dijual, dan
c. Pengetahuan akan
pembeli atau pelanggan.
L. Sifat-sifat kepribadian
penjual
a. Penuh
inisiatif,
b. Tidak putus asa,
c. Mudah bergaul,
d. Periang,
e. Sopan santun,
f. Penuh
perhatian,
g. Ketajaman daya
ingatan,
h. Selalu gembira,
i.
Lurus hati,
j. Disiplin,
k. Bijaksana.
M. Mental seorang penjual
a. Jujur,
b. Berinisiatif,
c. Mempunyai keahlian,
d. Berani,
e. Selalu waspada,
f. Optimis,
g. Mempunyai daya
imajinasi,
h. Percaya diri,
i.
Bertanggung jawab,
j.
Bijaksana,
k. Simpatik,
l. Kontrol.
N. Karakter seorang penjual
a. Patuh,
b. Sungguh-sunggguh,
c. Rajin,
d. Tulus hati,
e. Tepat waktu,
f. Kesetiaan,
g. Teliti,
h. Hati-hati.
O. Sosialisasi seorang
penjual
a.
Tenang dan
tabah,
b.
Sikap mau
bekerja,
c.
Simpatik,
d.
Toleransi,
e.
Pandai
bergaul,
f.
Lancar
berbicara,
g.
Sopan
santun,
h.
Bijaksana,
i.
Halus budi
pekerti.
KONSEP PELAYANAN PRIMA
1. Pelayanan prima
merupakan kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik
sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan
ketentuan peraturan perundang-undangan secara baik atau minimal sesuai dengan
standar pelayanan yang telah ditentukan.
2. Tujuan
pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan
kebutuhan serta berfokus kepada pelanggan/masyarakat secara sangat baik atau
terbaik.
3. Pelayanan prima
bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada
masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar
pelayanan.
Ada tiga konsep dasar (A3)
yang harus diperhatikan dalam mewujudkan pelayanan prima, yakni:
a. Konsep sikap (attitude)
Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya
a. Konsep sikap (attitude)
Keberhasilan bisnis industri jasa pelayanan akan sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Sikap pelayanan yang diharapkan tertanam pada diri para karyawan adalah sikap yang baik, ramah, penuh simpatik, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. Jika kalian menjadi karyawan suatu perusahaan, sikap kalian akan menggambarkan perusahaan kalian. Kalian akan mewakili citra perusahaan baik secara langsung atau tidak langsung. Pelanggan akan menilai perusahaan dari kesan pertama dalam berhubungan dengan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
Sikap yang diharapkan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah:
1) Sikap pelayanan prima berarti mempunyai rasa kebanggaan terhadap pekerjaan
2) Memiliki pengabdian yang besar terhadap pekerjaan
3) Senantiasa menjaga martabat dan nama baik perusahaan
4) Sikap pelayanan prima adalah: ”benar atau salah tetap perusahaan saya
b. Konsep perhatian (attention)
Dalam melakukan kegiatan layanan, seorang petugas pada perusahaan industri jasa pelayanan harus senantiasa memperhatikan dan mencermati keinginan pelanggan. Apabila pelanggan sudah menunjukkan minat untuk membeli suatu barang/jasa yang kita tawarkan, segera saja layani pelanggan tersebut dan tawarkan bantuan, sehingga pelanggan merasa puas dan terpenuhi keinginannya.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan menyangkut bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep perhatian adalah sebagai berikut:
1) Mengucapkan salam pembuka pembicaraan.
2) Menanyakan apa saja keinginan pelanggan.
3) Mendengarkan dan memahami keinginan pelanggan.
4) Melayani pelanggan dengan cepat, tepat dan ramah.
5) Menempatkan kepentingan pelanggan pada nomor urut 1.
c. Konsep tindakan (action)
Pada konsep perhatian, pelanggan “menunjukkan minat” untuk membeli produk yang kita tawarkan. Pada konsep tindakan pelanggan sudah ”menjatuhkan pilihan” untuk membeli produk yang diinginkannya.
Bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan konsep tindakan adalah sebagai berikut:
1) Segera mencatat pesanan pelanggan.
2) Menegaskan kembali kebutuhan/pesanan pelanggan.
3) Menyelesaikan transaksi pembayaran pesanan pelanggan.
4) Mengucapkan terimakasih diiringi harapan pelanggan akan kembali lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)